Angkringan Soedara, Marketing Kekinian Ala Mahasiswa STIEPAN

4.-IMG_20210615_180327-800x445.jpg

Di era milenial saat ini, dunia kuliah tidak hanya berkutat pada aktivitas kampus semata. Saat ini, para mahasiswa dituntut untuk lebih kreatif. Sebut saja salah satunya Angkringan Soedara yang merupakan bukti kreativitas mahasiswa dari STIE Pancasetia Banjarmasin.

Angkringan Soedara didirikan untuk mendorong mahasiswa agar bisa mengembangkan potensinya, khususnya di bidang marketing. Selain itu, hal ini juga bukti bahwa STIE Pancasetia merupakan kampus modern yang memberikan keleluasaan untuk mahasiswanya.

Apa Itu Angkringan Soedara?

Sebagai informasi, Angkringan Soedara adalah angkringan yang didirikan melalui Program Bisnis Gila Marketing atau PB Gilmar. Program tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa yang ingin langsung terjun melakukan pemasaran di lapangan.

Ada banyak kreasi produk yang dikembangkan lalu kemudian dipasarkan oleh mahasiswa STIE Pancasetia. Salah satu yang paling fenomenal yaitu Angkringan Seodara. Angkringan tersebut dikelola langsung oleh mahasiswa semester 6.

Kelebihan Angkringan Soedara

Perlu Anda ketahui, Angkringan Soedara berbeda dari jenis angkringan lain pada umumnya. Konsepnya sangat fresh dan berbeda. Begitu juga dengan menu makanan dan minuman yang ditawarkannya yang diolah secara unik dan bercita rasa tinggi.

Menu makanannya meliputi aneka makanan bakar-bakaran. Sedangkan minumannya meliputi berbagai minuman segar, salah satunya susu kurma ala mahasiswa.

Angkringan ini juga menjadi tempat untuk mengenalkan produk makanan khas daerah. Salah satunya seperti produk khas Hulu Sungai. Di sini pengunjung juga bisa menikmati minuman satrup atau sirup Red Amandit.

Konsep angkringan ini terinspirasi oleh angkringan-angkringan yang ada di Jogja. Namun, para Mahasiswa STIE Pancasetia memadukannya dengan unsur jajanan khas banua dengan mengedepankan kuliner yang kekinian.

Produk jajanan kuliner yang tersedia di sini bisa dinikmati oleh berbagai kalangan. Selain mahasiswa, juga banyak dosen-dosen yang berkunjung ke lokasi usaha tersebut.

Awal Mula Berdirinya Angkringan Soedara

PB Gilmar atau Program bisnis Gila Marketing merupakan pemantik didirikannya angkringan tersebut. Hal tersebut dikatakan langsung oleh Ketua PB Gilmar Angkringan Soedara, Ramdhany Abdillah.

PB Gilmar merupakan sebuah model pembelajaran yang tidak hanya sekedar materi teori. Program pendidikan tersebut juga mampu memberikan kesempatan bagi para mahasiswa untuk menjual, melayani pelanggan, hingga mengelola keuangan usaha secara langsung.

Melalui PB Gilmar dan angkringan tersebut, para mahasiswa bisa belajar bagaimana cara memulai dan mengelola sebuah industri kecil. Para mahasiswa juga bisa belajar bagaimana cara mengembangkan usaha kecil langsung secara praktik.

Usaha tersebut didirikan di kawasan Komet Raya, Banjarbaru. Bahkan, usaha tersebut berpotensi untuk berkembang lebih jauh dan memberikan penghasilan tambahan bagi para mahasiswa.

Proses Transaksi dan Pendataan Angkringan Modern

Ada hal lain yang tak kalah menarik dari angkringan yang satu ini. Hal tersebut yaitu sistem transaksi dan pendataan modern dan canggih yang dilakukan oleh para mahasiswa.

Para mahasiswa yang mengelola keuangan dan transaksi, semua sudah menggunakan aplikasi. Dengan begitu, semua data transaksi maupun keuangan tercatat secara transparan.

Selain itu, Angkringan Soedara juga merupakan sebuah angkringan yang modern. Pasalnya, sistem pembayaran di angkringan ini juga sudah bisa diproses secara online via aplikasi.

Bukan perkara mudah untuk menerapkan ilmu marketing yang dipadukan dengan teknologi. Namun tantangan tersebut berhasil dijawab oleh mahasiswa STIE Pancasetia Banjarmasin melalui Angkringan Soedara.

Menurut pengurus Angkringan Soedara, Dewi, dia mengatakan bahwa angkringan ini berpotensi untuk maju. Bahkan tempat usaha tersebut bisa menjadi salah satu ikon wirausaha anak muda di banua.

Namun, untuk mewujudkan Angkringan Soedara agar bisa menjadi ikon di banua, memerlukan kerja keras dan kekompakan tim. Dengan cara tersebut, maka kerja keras pun akan membuahkan hasil.

Ketua STIE Pancasetia Banjarmasin, Dr. Nurus Sjamsi mengatakan, PB Gilmar merupakan program pendidikan untuk menguasai fungsi pemasaran selain entrepreneur.

Dengan program tersebut, mahasiswa diharapkan bisa menganalisa peluang bisnis dan juga perilaku konsumen terhadap permintaan produk. Selain itu, program tersebut juga untuk menganalisa kesesuaian desain produk.

Pelaksanaan PB Gilmar ini diharapkan mampu membuat mahasiswa menjadi wirausahawan yang menjunjung filosofi yang menjadi yang menjadi icon STIEPan. Filosofi tersebut tersusun di dalam sebuah Motto “TAKTIK”. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Nurus Sjamsi yang didampingi oleh Pembina PB Gilmar STIE Pancasetia.

Demikian penjelasan seputar Angkringan Soedara yang didirikan oleh para Mahasiswa STIE Pancasetia. Semoga bisa menginspirasi semua mahasiswa untuk berkarya.