Angkringan Soedara, Cara Mahasiswa STIEPAN Kelola Marketing Kekinian

WahinianCom, Banjarbaru– Tak hanya berkutat dengan mata kuliah dan aktivitas kampus semata, ternyata dunia mahasiswa penuh kreativitas kekini-kinian. Sebagian besar mahasiswa sekarang piawai urusan niaga, meskipun dikelola seadanya namun memberikan peluang usaha ke depannya. Hebatnya kampus pun memberikan keleluasaan bagi mahasiswanya untuk mengembangkan diri dalam industri niaga dan jasa.

https://www.wahinian.com/wp-content/uploads/2021/06/IMG_20210615_180311-300x200.jpg

Salah satunya adalah kampus STIE Pancasetia Banjarmasin yang dikenal sebagai kampus moderen yang selalu mendorong mahasiswa dan lulusannya mengembankan potensi dan talenta.

“Melalui Program Bisnis Gila Marketing (PB Gilmar ) mahasiswa bisa menerapkan ilmu yang didapat dari kampus termasuk dari segi pemasaran di lapangan langsung”.

Beragam kreasi produk dikembangkan dan dipasarkan Mahasiswa STIE Pancasetia, salah satunya produk kuliner angkringan. Salah satu yang fenomenal adalah Angkringan Soedara yang dikelola mahasiswa semester 6.

Berbeda dengan angkringan lain, Angkringan Soedara menawarkan konsep berbeda mulai menu bakar-bakaran hingga minuman segar susu kurma ala mahasiswa.

Bahkan untuk mengenalkan produk khas hulu sungai, mahasiwa ini menawarkan minuman satrup (sirup) Red Amandit.Meskipun banyak terinspirasi dari Jogjakarta, namun Angkringan Soedara mengedepankan kuliner kekini-kinian memadukan jajanan khas banua.

Tak hanya itu produk jajanan yang ditawarkan bisa dinikmati kalangan mana saja termasuk para mahasiswa.Bahkan sejumlah dosen pun berkunjung ke lokasi usaha mereka untuk mencicipi cita rasa produk jajanan yang ditawarkan mahasiswa.

“ PB Gilmar sendiri adalah bagian pemantik dan awal kami untuk belajar jadi wirausaha. Model pembelajaran ini tak hanya bagaimana kita menjual, melayani pelanggan namun kita juga harus pintar mengelola keuanngan usaha yang dijalankan. Nah konsep sederhana itu kami terapkan dalam Angkringan Soedara ini,” jelas Ramadhany Abdillah, Ketua PB Gilmar Angkringan Soedara, kepada wartawan di Banjarbaru, Selasa (15/06/2021).

Menurut Ramadhani bersama Dewi , Yandi serta mahasiswa lainnya mereka belajar bagaimana sebuah industri kecil wirausaha yang dikelolanya berkembang dari waktu ke waktu. Sehingga ketika usai masa praktek bisnis gila marketing ini, usaha yang diawali dari kawasan Komet Raya, Banjarbaru ini, bisa dikembangkan lebih jauh lagi sehingga memberikan penghasilan tambahan bagi mahasiswa.

Untuk memudahkan transaksi mereka pun menggunakan aplikasi sehingga tercatat dan terdata keuangannya dengan baik dan transparan. Selain menu yg menarik. Angkringan Soedara satu-satunya kelompok PB Gilmar yg proses pembayarananya melalui aplikasi, dari aplikasi tersebut, kelompok ini dalam proses pencatatan laporan keuangan akan sangat terbantu dalam minitor keluar masuknya seluruh transaksi.

“ Tentu buka perkara mudah menerapkan keilmuan kami di bidang marketing.Namun kalau serius dijalani tidak menutup kemungkinan sebuah angkringan Soedara menjadi salah satu ikon wirausaha anak muda di banua. Tentunya butuh keuletan, kerja keras dan kekompakan tim agar usaha yang kami rintis membuahkan hasil dan berkesinambungan,” beber Dewi, salah satu pengurus Angkringan Soedara menambahkan.

Ketua STIE Pancasetia Banjarmasin, Dr.Nurus Sjamsi kepada wartawan menjelaskan melalui kompetensi mahasiswa Program Bisnis Gila Marketing STIE Pancasetian adalah menguasai fungsi pemasaran (marketing) selain enterpreneur. Pada kegiatan ini mahasiswa diharapkan mampu menganalisa peluang bisnis dan perilaku konsumen terhadap peminatan produk, menganalisa kesesuaian desain produk.

“ Dengan pelaksanaan PB Gilmar, mahasiswa diharapkan akan menjadi wirausahan yg menjunjung filosofi yang menjadi icon STIEPan yakni nilai-nilai yang tersusun dalam sebuah Motto ”TAKTIK”,” jelas Nurus Sjamsi didampingi Fredy Jayen,SE, MM, Dosen Pembina PB Gilmar STIE Pancasetia, ketika memberikan keterangan pers , Selasa (15/06/2021).

Deskripsi Taktik sendiri imbuh Nurus, adalah Tangguh adalah sikap dan kemampuan pantang menyerah, madiri serta profesional dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab, Adaptif adalah kemampuan menyesuaikan diri dalam setiap keadaan dan kondisi rill yang terkini dalam memenuhi kebutuhan stakeholder, hingga Komunikatif adalah kemampuan dalam menyampaikan maksud dan tujuan secara efektif dan mencapai sasaran dalam menjalankan peran dan fungsi masing-masing. Sedangkan TIK sendiri meliputi Totalitas adalah bekerja dengan penuh semangat, serius dan fokus sehingga mencapai tujuan, selanjutnya Inovatif & Kreatif adalah daya pikir dan kemampuan kerja yg inspiratif dan kaya dengan kreasi dalam bekerja dan melayani para stakeholders.

“ Lima spirit tersebut yg menjadi daya dukung dalam menjalankan seluruh aktifitas Civitas Akademika STIE Pancasetia”, pungkas Nurus Sjamsi

Olpah Sari Risanta / AN

Sumber: https://www.wahinian.com/angkringan-soedara-cara-mahasiswa-stiepan-kelola-marketing-kekinian/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *